kashikuta: (Tame Sho)
[personal profile] kashikuta

Photobucket


Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : PG
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi



Tok tok tok...
 
Suara itu kembali terdengar, membuat jantung Aiba dan Sho berdegub lebih kencang sedikit.
 
“Jendral Sakurai...? Aiba Masaki? Apa kalian ada di dalam?” tanya seorang pria di luar.
 
Sho dan Aiba langsung menghela nafas begitu mendengar suara itu, lalu buru-buru membuka pintu.
 
“Haaahhh~ Satoshi, kau membuat kami takut. Ayo, masuk!” kata Sho begitu membuka pintu dan langsung mempersilahkan Ohno masuk ke dalam. Sho menengok keluar sebentar mengecek pasukan Midori yang datang bersama Ohno, lalu kembali masuk ke dalam rumah pohon.
 
 
 
“bagaimana kau bisa menemukan kami, Satoshi-san?” tanya Aiba sambil memberikan secangkir teh hangat ke Ohno yang sekarang sedang duduk di meja makan.
 
“jendral mengirimi ku pesan, sesaat setelah kalian sampai di sini. Jadi aku bisa dengan mudah menemukan kalian” kata Ohno sambil memperlihatkan selembar daun berwarna hijau.
 
“pesan apa, Sho-chan?” tanya Aiba bingung.
 
“Sho-chan?” gumam Ohno pelan sambil menahan senyumannya sedikit. Ia tidak pernah menyangka ada yang berani memanggil jendral tertinggi kerajaan Midori yang terkenal galak dan tegas ini dengan sebutan chan di belakang namanya, imut sekali.
 
“aku menciptakan kertas surat berbentuk daun yang bisa terkirim ke orang yang bersangkutan dengan bantuan angin. Mudah digunakan dan tidak mencurigakan” kata Sho sambil mengeluarkan beberapa lembar surat daun dari kantung celananya, tanpa memperdulikan Ohno yang tampak berusaha keras menahan tawa.
 
“ah, kau sungguh hebat, Sho-chan...” kata Aiba sambil mengangguk-angguk, tanpa menyadari perubahan sikap Ohno.
 
 
 
“jadi, bagaimana perkembanganmu, Satoshi?” tanya Sho sambil duduk di depan Ohno membuat pria di depannya agak terkejut lalu berusaha mengendalikan dirinya agar tidak tertawa.
 
“uhm... Seperti yang anda lihat, saya dan pasukan dalam keadaan baik, Jendral. Hanya ada beberapa yang terluka parah dan terpaksa dipulangkan ke Midori. Sisanya masih ikut bersama saya, kurang seratus pasukan” kata Ohno.
 
“syukurlah... kerja bagus, Satoshi!” kata Sho sambil menaikkan alisnya.
 
“wow... Baju besi yang bagus, Jendral... Jadi kalian berhasil menemukan pedang Infinity?” tanya Ohno begitu melihat sebuah baju besi yang tergeletak di kursi yang tak jauh darinya. Dan pembicaraan mereka pun mulai berkembang menceritakan hal-hal yang mereka alami selama beberapa hari ini di Akai dan Midori.
 
 
 
Beberapa jam kemudian...
 
Aiba, Sho dan Ohno sudah siap untuk bertempur melawan kerajaan Akai. Bersama dengan lima puluh orang pasukan yang tersisa, mereka mulai penyerangan ke kerajaan Akai. Tanpa takut, mereka langsung menyerang ke istana sejak pagi-pagi sekali. Dengan tenaga seratus orang pasukan yang tersisa, mereka menyusup pelan-pelan lalu mendobrak pertahanan istana Akai.
 
Sakurai Sho yang memang sangat suka membuat eksperimen mengenai persenjataan dan program keselamatan pasukan kerajaan Midori, sukses membuat pasukan Akai kalah kuat meskipun jumlah mereka lebih banyak. Dengan hanya bermodalkan senjata yang berbahan dari dedaunan, akar, biji tumbuhan, duri-duri, bunga dan tanah, pasukan Akai dibuat tak berkutik. Ohno bahkan sempat salah meminum ramuan yang seharusnya di tuangkan ke tanah sehingga efeknya dua buah sulur panjang tubuh diantara bibir dan hidungnya. Membuatnya sekejap menjadi seperti ikan lele bersulur listrik, berbentuk agak aneh tapi perkasa.
 
Aiba yang tak begitu bisa bela diri, berusaha berjuang seadanya untuk membantu seluruh pasukan. Untung saja baju besinya membuat siapapun yang menyentuh jadi melepuh sehingga tidak ada yang berani mendekatinya. Ketika keadaan sulit pun Sho dengan cekatan membantu Aiba dengan cara mengendalikan pikirannya.
 
 
 
Dalam beberapa jam perlawanan, Sho dan Aiba akhirnya berhasil menembus istana utama dan bertemu dengan Yamashita yang masih duduk tenang di singgasananya yang cukup tinggi, tersenyum memandangi Sho dan Aiba yang masuk ke dalam ruang utama istananya.
 
“Selamat datang di istanaku ksatria Infinity... Aku akui kalian cukup tangguh hingga bisa masuk ke istanaku. Jadi, apa ada yang bisa ku bantu?” kata Yamashita bersamaan dengan pintu besar ruangan itu yang terkunci rapat, membuat Aiba dan Sho terjebak di sana hanya bersama Yamashita.
 
 
“jangan pura-pura bodoh, dimana kau sembunyikan Baginda Ikuta Toma!” kata Sho tegas sambil memandang Yamashita yang saat itu terlihat tampan mengenakan baju militer negeri Akai berwarna merah, dengan jubah panjang hitam di belakang tubuhnya serasi sekali dengan celana hitamnya.
 
“tenang... Toma dalam keadaan baik-baik saja... Ahhh~ Aiba Masaki, sudah lama kita tidak bertemu... Bagaimana kabarmu?” kata Yamashita yang kemudian mengalihkan pandangannya dari Sho ke Aiba.
 
Aiba hanya diam sambil memandang sinis ke Yamashita.
 
“hahaha... Ekspresi macam apa itu? Oh iya, terima kasih, berkat bantuanmu sekarang aku bisa mendapatkan Toma lagi. Bagaimana nafasmu? Apa kau masih sulit bernafas?” kata Yamashita sambil tersenyum sinis.
 
“Yamashita!! Tega-teganya kau memperalatku untuk kepentinganmu!!” teriak Aiba geram dan kemudian berjalan berusaha menaiki anak tangga untuk menyerang Yamashita.
 
 
BRUK...
Tiba-tiba Aiba terpelanting ke belakang karena ternyata Yamashita membuat pelindung untuk dirinya.
 
“Masaki? Kau tidak apa-apa?” tanya Sho yang buru-buru membantu Aiba berdiri.
 
“aku tidak apa-apa...” jawab Aiba sambil memegang tangan Sho dan berusaha berdiri.
 
 
 
“Ahhhh~ Aku mengerti sekarang. Jadi pria ini yang menggagalkan rencanaku? Ternyata kau yang menikah dengan Aiba? Hmmm... Sungguh rencana yang cerdas” kata Yamashita.
 
Sho dan Aiba hanya memandangi Yamashita dengan tatapan tajam,
 
“sayang ya... baru saja menikah, tapi kalian berdua harus mati bersama di sini” kata Yamashita sebelum tiba-tiba mengeluarkan sebuah kekuatan yang membuat Aiba dan Sho seperti tersetrum listrik. Yamashita kemudian tertawa puas dari singgasananya melihat Sho dan Aiba menderita di bawah, lalu terkapar tak berdaya.
 
 
 
“kekuatan kalian berdua hanya seperti ini? Ku pikir kalian lebih hebat” kata Yamashita, mencibir Aiba dan Sho yang tergeletak di lantai.
 
“Pengecut! Hadapi kami dengan pedangmu jika kau memang hebat!” seru Sho sambil berusaha berdiri tegak dengan bertopang pada pedangnya.
 
 
 
Emosi Yamashita sekejap tersulut begitu mendengar perkataan Sho.
 
“kau pikir kau ini siapa, berani mengatakan itu padaku di kerajaan ini?!” kata Yamashita sambil berdiri dan langsung menggerakkan tangannya, membuat tubuh Sho terlempar membentur tembok.
 
“Sho-chan!!!” teriak Aiba histeris, berlari menghampiri tubuh Sho yang tergeletak di lantai.
 
“kau juga, berhenti bersikap perhatian padanya. Kau seharusnya tunduk pada perintahku, Aiba!” kata Yamashita sambil kembali menggerakkan tangannya dan membuat tubuh Aiba terbentur ke tembok yang berlawanan dengan Sho.
 
“Masaki....” kata Sho berusaha menggapai tubuh Aiba yang tak bergerak di lantai dengan cara merangkak.
 
Yamashita kembali duduk tenang di singgasananya, tak ada sedikitpun keraguan dimatanya untuk menghabisi dua orang yang ada di hadapannya sekarang. Karena pilihannya memang hanya dua, mereka yang membunuhnya, atau sebaliknya.



From:
Anonymous( )Anonymous This account has disabled anonymous posting.
OpenID( )OpenID You can comment on this post while signed in with an account from many other sites, once you have confirmed your email address. Sign in using OpenID.
User
Account name:
Password:
If you don't have an account you can create one now.
Subject:
HTML doesn't work in the subject.

Message:

 
Notice: This account is set to log the IP addresses of everyone who comments.
Links will be displayed as unclickable URLs to help prevent spam.

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Sep. 26th, 2017 10:57 am
Powered by Dreamwidth Studios