kashikuta: (Default)
[personal profile] kashikuta
Waaaahhh... Hideko udah lama banget nggak update ini fic ya? Aduh, maaph2... Bakal segera diselesaikan deh ya... Biar updatenya bisa cepet. Semangka! (^_^)

Photobucket


Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : PG
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi



“Shooooooo!!” teriakan itu terdengar lagi, membuat Sho berlari panik mencari sumber suara.
 
“Aiba-kun... Kau dimana?? Aiba??” kata Sho panik melihat sekeliling sambil berlari-lari kecil.
 
“di sini...” kata Aiba.
 
“dimana??” tanya Sho masih berusaha mencari, tetapi tak melihat ada sosok Aiba di dekatnya.
 
“di atas sini...” kata Aiba yang duduk di atas sebuah batang pohon sambil melambaikan tangan dan menggoyang-goyangkan kakinya.
 
“wow...! Aiba-kun, hati-hati, kau bisa jatuh...” kata Sho berusaha naik ke atas untuk mendekat ke Aiba.
 
 
Sho sempat tersandung sedikit ketika mulai memanjat karena belum pernah sekalipun memanjat pohon. Ia bukanlah orang yang suka dengan ketinggian, karena itu ia selalu menghindari kegiatan apapun yang berhubungan dengan ketinggian. Pohon-pohon di negeri Midori dan Akai bentuknya cukup tinggi, karena itu Sho sangat tidak suka mengetahui fakta bahwa sekarang Aiba Masaki, kekasih hatinya, sudah naik ke atas pohon dan sudah duduk tenang di posisi hampir mencapai ke puncaknya.
 
 
“hey, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini, tengah malam begini?” kata Sho dengan nafas terengah begitu sampai di dahan pohon tempat Aiba duduk. Sho mengumpat dalam hati, protes karena ketinggian yang harus ia lihat sekarang. Kepalanya jadi terasa agak pusing karena bagian dasar jadi terlihat agak bergoyang di matanya.
 
 
“kita bisa melihat bintang lebih jelas dari sini, lihatlah... Indah sekali khan?” kata Aiba sambil menunjuk langit.
 
“Aiba-kun, jangan main-main... Ini tengah malam, kau tidak seharusnya ada di tempat seperti ini sekarang. Ayo, kembali ke tempat kita!” kata Sho berusaha mengajak Aiba turun dengan menggandeng tangannya.
 
tangannya kenapa terasa begitu dingin? Jangan-jangan, Sho..” pikir Aiba dalam hati.
 
“tapi... tapi... Lihatlah, di sini pemandangannya bagus. Perhatikan saja, tempat kita ini udaranya masih sejuk tapi di sebelah sana sudah membeku. Lihat danau itu, separuhnya es, separuh lagi air! Aneh sekali khan, Sho?” kata Aiba sambil merangkul lengan Sho dengan tangan menunjuk ke arah danau.
 
“danau?! Itulah tempat yang puluhan jam ini kita cari, Aiba-kun...!! Kita harus segera ke sana!! Kau sungguh cerdas!” kata Sho sambil memegang kedua pipi Aiba lalu mencium bibirnya sekejap tapi cukup kuat, membuat mata Aiba terbelalak dengan pipinya yang merona.
 
 
“eh? Untuk... Untuk apa kita ke sana?” tanya Aiba setelah terlepas dari Sho dan berhasil mengendalikan dirinya lagi.
 
“kita akan mengambil pedang Infinity. Sesuai dengan ramalan di buku keramat, di tempat itulah kita dapat menemukannya. Danau itu merupakan perbatasan Akai Land dan Midori Land, dan pedang itu tertancap persis di tengah perbatasan itu!” kata Sho.
 
“pedang?” tanya Aiba bingung.
 
“Iya, pedang yang bisa kita gunakan untuk mengalahkan Baginda Yamashita!” kata Sho bersemangat.
 
“hah?!” Aiba masih tidak begitu mengerti.
 
“sudahlah, ayo kita turun. Kita beristirahat lagi, lalu besok, pagi-pagi sekali kita akan pergi ke danau itu” kata Sho sambil memegang tangan Aiba.
 
“tapi, Sho... aku masih...” kata Aiba yang langsung terpotong oleh kata-kata Sho.
 
“apalagi? Ayolah, Aiba-kun... Kita turun sekarang!” kata Sho berusaha tegas karena merasa semakin tidak nyaman diketinggian seperti itu.
 
“tidak mau... Aku masih mau di sini! Kau turun saja sendiri...” kata Aiba bersikeras.
 
“tidak, kita turun bersama-sama! Aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu” jawab Sho mencoba menarik tangan Aiba lagi.
 
“ahhh~ Kau ini merepotkan sekali! Aku masih mau di sini! Memangnya kau ini kenapa? Takut ketinggian, huh?!” tanya Aiba.
 
 
 
Sho hanya diam, tak menjawab sedikitpun. Wajahnya tiba-tiba saja memerah karena malu.
 
“eh? Jadi benar kalau kau takut ketinggian??” tanya Aiba memandangi Sho yang menunduk. Baru kali ini ia melihat Sho mengeluarkan ekspresi seperti itu.
 
“sudahlah, aku turun duluan saja... Terserah kau mau turun kapan, mau tinggal di sini juga silahkan...” kata Sho yang kemudian melepas pegangannya pada tangan Aiba dan pelan-pelan bergeser ke dahan yang paling besar.
 
“eh, chotto... Jangan turun, temani aku sebentar” kata Aiba memegangi tangan Sho.
 
“apalagi?!” kata Sho sinis sambil memandang tajam kedua mata Aiba.
 
kakkoii~!!!!” kata Aiba dalam hati.
 
Aiba langsung memeluk Sho erat-erat.
 
“pokoknya aku mau kau ada di sini menemaniku. Kau tidak boleh turun, Sho-chan...!” kata Aiba sambil tersenyum lebar dalam pelukannya, tak mau bergerak sedikitpun untuk melepaskan pelukannya. Hatinya terasa senang akhirnya bisa menemukan sisi unik dari pria yang selalu terlihat super sempurna di pelukannya itu.
 
 
“huff... Baiklah, tapi coba sekarang kau jelaskan kepadaku, kenapa sekarang kau memanggilku Sho-chan? Pasukanku akan menertawakanku jika kau memanggilku seperti itu, kau tahu?” kata Sho mendorong pelan tubuh Aiba lalu memandangi wajah pria di depannya dengan pandangan serius.
 
“fufufufu... Tidak apa-apa, kau memang pantas dipanggil seperti itu, Sho-chan... Sho-chan... Kawaii!” kata Aiba sambil mencubit pipi Sho dengan kedua tangannya karena gemas, membuat Sho kehilangan keseimbangan dan tergelincir dari dahan pohon.
 
“Woahhhh... Aiba-kun!!” jerit Sho ketika tergelincir, sambil memejamkan matanya kuat-kuat karena takut.
 
“Sho-chaaaannnn!!!” jerit Aiba yang dengan sigap langsung memeluk tubuh Sho erat-erat lalu keduanya jatuh ke bawah bersamaan.
 
 
 
Tanpa diduga ternyata ada sebuah kekuatan yang melindungi tubuh mereka berdua sehingga keduanya dapat jatuh ke tanah dengan mulus tanpa terbentur dengan keras.
 
“hufff... Hampir saja! Tadi itu berbahaya sekali Aiba-kun... Jangan ulangi lagi, kita bisa terluka parah, kau tahu?” kata Sho dengan nafas terengah dan berkeringat dingin, sembari membersihkan rumput-rumput kering yang menempel di rambut dan baju Aiba.
 
“maafkan aku, Sho-chan... Terima kasih sudah melindungiku” kata Aiba sambil menunduk merasa bersalah dan memegangi tangan Sho yang dingin dan gemetar.
 
“tidak, aku yang berterima kasih. Sebab karena kekuatanmu, kita sekarang jadi tidak terluka” kata Sho sembari membelai kepala Aiba.
 
“hah? Kekuatanku?” tanya Aiba bingung.
 
“Iya, betul, kekuatanmu! Sesuai yang tertulis di buku keramat, kau punya kekuatan untuk melindungiku” kata Sho sambil tersenyum.
 
“benarkah?” tanya Aiba tak percaya, Sho hanya menjawab dengan anggukan.
 
 
 
“dan aku pun punya kekuatan yang berkaitan denganmu...” kata Sho pelan, dengan sedikit sunggingan senyum di ujung bibirnya.
 
“hah? Berkaitan denganku? Apa itu, Sho-chan?” tanya Aiba.
 
“hmmm... Aku bisa mendengar suara hatimu dan mengendalikan gerak tubuhmu dengan pikiranku” kata Sho santai tanpa melihat ke arah Aiba.
 
usooo...!” kata Aiba dalam hati.
 
“sungguh, aku tidak berbohong, aku benar-benar bisa melakukannya!” kata Sho sambil memandang Aiba.
 
“Jadi, di hari pernikahan kita waktu itu... Kau yang?” kata Aiba yang langsung dijawab Sho dengan anggukan.
 
Aiba yang masih tidak percaya dengan jawaban Sho kemudian kembali berkata,
 
“Hmmmmm... Ok, test!”
 
rambutmu panjang seperti itu membuat wajahmu jadi aneh sekali, dahimu lebar, gigimu jelek seperti hamster” kata Aiba dalam hati sambil menatap tajam Sho.
 
“Aiba-kun...!! Ku pastikan malam ini kau akan menyesal karena sudah berani berkata begitu padaku!!” kata Sho yang langsung berjalan masuk ke dalam pohon sementara Aiba yang semula ingin kabur menjauh, justru terjebak dengan kekuatan Sho yang membuatnya justru berjalan masuk ke dalam rumah pohon bersama Sho.
 
“Ehhh??? Sho-chaaaaaannnn!!” teriak Aiba dari dalam rumah pohon.


From:
Anonymous( )Anonymous This account has disabled anonymous posting.
OpenID( )OpenID You can comment on this post while signed in with an account from many other sites, once you have confirmed your email address. Sign in using OpenID.
User
Account name:
Password:
If you don't have an account you can create one now.
Subject:
HTML doesn't work in the subject.

Message:

 
Notice: This account is set to log the IP addresses of everyone who comments.
Links will be displayed as unclickable URLs to help prevent spam.

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Sep. 26th, 2017 10:56 am
Powered by Dreamwidth Studios