kashikuta: (Tomapi)
[personal profile] kashikuta
Photobucket


Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : PG
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi




Aiba terbangun dengan tangannya yang terasa begitu erat dipegang seseorang.
 
“Aiba-kun... Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah merasa lebih baik?” tanya orang di depan Aiba begitu Aiba tersadar. Mata orang itu merah dan agak bengkak seperti baru habis menangis.
 
“aku, tidak apa-apa...” jawab Aiba agak ragu sambil berusaha bangun.
 
“yokatta~, tadi kau tidak bernafas sama sekali... Ku pikir terjadi sesuatu denganmu, aku sungguh takut” kata Sho sambil menciumi telapak tangan Aiba.
 
 
ada apa ini? Kenapa sikapnya tiba-tiba berubah jadi perhatian?” tanya Aiba dalam hati, memandang Sho dengan wajah bingung.
 
 
“oh iya... Uhm... Sebaiknya ku panggilkan Baginda Ikuta, sekarang... Tunggu sebentar di sini, Aiba-kun...” kata Sho yang kemudian bergegas pergi meninggalkan kamar.
 
 
 
 
Beberapa menit kemudian, Sho kembali bersama Toma dan banyak pengawal yang menemani Toma, termasuk Ohno Satoshi yang entah mengapa juga diajak ikut serta.
 
“jadi, seperti yang ku ceritakan tadi mengenai kondisi Aiba Masaki, sepertinya Baginda Yamashita memang ingin membuatku berada di Akai Land, jadi... aku tak ada pilihan lain untuk mengikuti permainannya” kata Toma.
 
“tapi Baginda, apa hal itu tidak berbahaya?” tanya Satoshi, terlihat cemas.
 
“aku tidak akan apa-apa.... Selama kalian bekerja sama dengan baik sehingga bisa cepat menyelamatkanku” kata Toma mencoba tenang meskipun hatinya sebenarnya sedikit resah dengan keputusannya.
 
 
 
Sho hanya duduk di samping Aiba sambil terdiam. Ia bingung apakah harus menyetujui rencana Toma atau membiarkan Aiba menderita seperti tadi.
 
“kenapa tiba-tiba Baginda harus ke Akai? Apa yang terjadi?” tanya Aiba, bingung.
 
“ada sebuah pecahan kristal hitam yang mengikat jantungmu Aiba-kun..., itu artinya hidupmu tergantung pada mereka” kata Toma.
 
“kristal hitam? Bagaimana?” tanya Aiba bingung.
 
“tanpa kau sadari, Yamashita memasukkan kristal itu ke tubuhmu dan seperti sebuah bom waktu, setelah semua rencananya kemarin gagal, ia sekarang mulai mengaktifkan kristal yang ada di tubuhmu” kata Toma.
 
“kristal itu mengikat di jantungmu, menekan kuat sehingga membuatmu sulit bernafas. Jika tidak segera ku keluarkan, kau bisa tidak terselamatkan” kata Toma lagi.
 
“hah?! Bagaimana kau bisa yakin Yamashita pelakunya?” tanya Aiba.
 
 
“kristal hitam itu... Hanya satu orang di dunia ini yang mampu menciptakannya. Ia adalah Matsumoto Jun, saudara tiri Yamashita yang selama ini mempengaruhinya untuk berbuat jahat. Jadi, tidak ada orang lain yang mungkin dapat melakukannya selain Yamashita” kata Toma.
 
“Matsumoto... Jun? Hmmm... Jadi, sekarang, apa yang harus kita lakukan? Kenapa kau harus ke Akai?” tanya Aiba.
 
“karena hanya aku yang bisa mengeluarkan kristal itu dari tubuhmu... dan... begitu kristal itu keluar, maka ia akan menyerapku ke dalamnya dan membawaku ke Akai Land. Yamashita sudah merencanakannya seperti itu” kata Toma.
 
 
“kenapa harus dikeluarkan?? Tadi itu... Buktinya tadi itu aku masih bisa bangun lagi khan? Itu artinya aku tidak akan apa-apa, Baginda...” kata Aiba.
 
“tadi... Yamashita baru menggertak, supaya aku menyadari apa maksudnya. Tetapi untuk serangan selanjutnya, kau pasti tidak akan lolos...” jawab Toma sambil membelai kepala Aiba.
 
“begitukah? Aku mengerti sekarang. Tapi..., uhmmmm... Sebaiknya, tidak usah dikeluarkan saja. Tidak akan terjadi apa-apa denganku, Baginda... Sungguh!” kata Aiba sembari menunduk.
 
Jauh dalam lubuk hatinya, Aiba tidak rela melihat Toma yang sudah begitu sabar dan baik hati padanya harus mengorbankan diri demi menyelamatkan hidupnya.
 
“Aiba... jika kau tidak segera ku tolong, kau akan mati di sini dan tidak akan bisa kembali ke duniamu lagi. Apa kau mau hidupmu berakhir seperti itu?” tanya Toma.
 
“tapi.... kau ini... Penting sekali bagi rakyat Midori khan? Jangan pergi... Aku tidak apa-apa jika harus mati di sini, sungguh... Hidupku tidak lebih berarti daripada keberadaanmu di sini...” kata Aiba sambil memegangi tangan Toma erat-erat.
 
Toma tersenyum mendengar kata-kata Aiba. Sho terlihat agak gemetar setelah mendengar perkataan Aiba itu.
 
“tidak boleh seperti itu, Aiba... Kau harus tetap hidup untuk menjalani takdirmu, begitu juga aku. Jalani takdirmu menjadi ksatria Infinity dan mencari jalan agar kau bisa pulang ke Tokyo. Sementara aku menjalani takdirku sendiri untuk mengalahkan kerajaan Akai” kata Toma sambil membelai kepala Aiba.
 
 
 
“Jendral Sakurai, aku menitipkan negeriku padamu... Selama aku tak ada, kau adalah pemimpin tertinggi negeri ini. Jadi, jagalah baik-baik negeri ini seperti kau menjaga hidupmu, mengerti?” kata Toma dengan begitu berwibawa.
 
“Baginda....” kata Sho agak lirih.
 
“jangan lupa, jalani takdirmu dan Aiba sebagai ksatria infinity. Kalian harus dapat menemukan jalan keluarnya!” kata Toma.
 
“baik, yang mulia....” jawab Sho akhirnya, meskipun terdengar agak terpaksa.
 
 
“Ohno, jika aku pergi ke Akai Land. Negeri ini sudah tidak akan ada lagi pelindung, jadi, patuhi setiap komando dari Jendral Sakurai, aku percaya kau bisa melindungi negeri ini” kata Toma sambil menepuk pundak Ohno.
 
“siap laksanakan, yang mulia....” jawab Ohno dengan wajah serius.
 
 
“baiklah, karena kalian sudah mengerti posisi masing-masing... Sekarang saatnya aku mengobati Aiba Masaki.... Apa kau sudah siap, Aiba?” tanya Toma sambil memandang Aiba.
 
“haaai’...” jawab Aiba mencoba berani meskipun ia tidak mengetahui pasti apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
 
“Jendral, bisakah kau dan yang lain agak menjauh dari kami?” pinta Toma.
 
“baik, Baginda...” kata Sho yang kemudian berdiri dan bersama Ohno hanya memperhatikan Aiba dan Toma dari kejauhan meskipun masih berada di dalam ruangan yang sama.
 
 
 
 
“ne... Aiba, sebelum ku mulai, ada suatu rahasia yang ingin ku beritahukan padamu...” kata Toma sambil berbisik.
 
“rahasia apa, Baginda?” tanya Aiba.
 
“Jendral Sakurai Sho itu... merupakan orang yang baik tetapi tidak bisa menunjukkan perasaannya dengan benar, jadi... kumohon jangan terlalu mengambil hati perkataannya padamu ya...? Aku jamin, dia tidak akan pernah bermaksud jahat padamu. Percayalah...” kata Toma sembari tersenyum.
 
“begitukah?” tanya Aiba yang hanya dijawab Toma dengan anggukan.
 
“hai’... Wakarimashita... Aku akan ingat selalu kata-kata Baginda” kata Aiba lagi sambil mengangguk, membuat Toma dapat bernafas lebih lega.
 
 
 
“baiklah, sekarang saatnya... Mari kita mulai. Sampai bertemu di Akai Land, Aiba Masaki...” kata Toma sambil meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Aiba.
 
 
Proses pengobatan berlangsung sangat cepat, Toma terlihat hanya menepuk punggung Aiba dengan kekuatannya dan sekejap kemudian sebuah kristal berwarna hitam keluar dari tubuh Aiba. Dalam hitungan sepersekian detik, kristal itu langsung menyerap tubuh Toma dan terbang jauh membawanya pergi meninggalkan kerajaan Midori. Sho dan pasukannya berusaha berlari mengejar, tetapi tidak bisa, kristal itu sudah terlanjur terbang menjauh.
 
 
Beberapa saat kemudian, sebuah kristal hitam terlihat memasuki ruang kerja Yamashita dan kristal itu langsung pecah di hadapannya, mengeluarkan seorang pria yang terduduk di lantai.
 
“ahhh... Baginda Ikuta Toma dari Midori Land. Selamat datang di kerajaanku...” kata Yamashita sambil membuka tangannya lebar-lebar lalu berjalan mendekat ke arah Toma.
 
Sementara orang yang di depannya tak menjawab dan hanya memberikan pandangan tajam ke arah Yamashita dengan nafas terengah dan tubuh yang lemas.


Date: 2011-10-29 03:00 pm (UTC)
From: [identity profile] faradakiut.livejournal.com
finally toma ended up at Akai land..
i wonder what yamashita would do to him... >.<'

Date: 2011-11-02 08:31 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
I'm still wondering about that too... *eh?* xDD

Date: 2011-10-29 03:22 pm (UTC)
From: [identity profile] adeyakana.livejournal.com
Akhir'a Toma ke Akai Land :((
Semoga Sakuraiba bisa nyelametin Toma secepat'a...

Date: 2011-11-02 08:33 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Mudah2an yaph... ;"(

Date: 2011-10-29 05:54 pm (UTC)
From: [identity profile] pamelaxiah.livejournal.com
owww....
kasia toma...
smoga gak diapa2in ma pi...
penasaran jg ma lanjytan hub sakuraiba..
smoga aiba gak jutek mulu..
kasian juga tuh sho...

lanjut ^^

Date: 2011-11-02 08:33 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Sip, lanjutannya ada di chapter berikutnya yang udah dipost. :D

Date: 2011-11-02 04:27 pm (UTC)
From: [identity profile] scrabbers.livejournal.com
akhirnya abang toma datang juga...

gtw kenapa kalo baca toma disini pasti yang kebayang imagenya genji..

cool bgt :nosebleed:

Date: 2011-11-03 06:03 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Betul! Memang feelsnya pas bikin ini adalah karena pengen nonton Genji Monogatari. Hehehehe... xDDD

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Sep. 24th, 2017 08:23 am
Powered by Dreamwidth Studios