kashikuta: (Cute SakurAiba)
[personal profile] kashikuta
Photobucket


Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : PG
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi




Setelah berbicara cukup lama dengan Sho dan Toma, Aiba akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan semua yang ia ketahui dari Yamashita. Tentang kerajaan Akai yang tiba-tiba diserang oleh kerajaan Midori dan tentang rencana Aiba untuk menculik Toma dengan menaburkan bubuk yang diberikan oleh Yamashita.
 
 
“ini bubuk teleportasi, bahannya dari batu khusus di Akai Land, ditumbuk sendiri oleh baginda Yamashita, jadi ketika kau menaburkannya ke baginda Ikuta, beliau akan langsung terbawa ke kerajaan Akai. Begitu caranya” kata Sho sambil memegang butiran halus yang baru ia keluarkan dari kantung kecil di dalam tas yang tadi dibawa Aiba.
 
“begitu?” tanya Aiba.
 
“mau mencoba fungsinya? Ini...” tanya Sho sambil memberikan bubuk teleportasi ke tangan Aiba lalu mengarahkannya ke tumpukan apel yang sudah terjatuh di tanah.
 
Aiba kemudian menaburkan bubuk itu ke apel di hadapannya dan secara ajaib apel-apel itu memang menghilang.
 
 
“voila... Apel-apel itu sekarang sudah terkirim ke Akai Land” kata Sho sambil terkekeh membayangkan bagaimana geramnya Yamashita tiba-tiba kejatuhan beberapa butir buah apel berukuran cukup besar.
 
ternyata orang ini jika tersenyum terlihat tidak terlalu buruk, tapi... kenapa dia lebih memilih memasang wajah ketus padaku? Huh!” kata Aiba dalam hati sembari memandangi Sho.
 
 
 
Beberapa menit kemudian....
 
“Baginda...! Baginda...! Anda mendapat surat” kata seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dengan wajah panik.
 
BRUUUUUUUK!! Orang itu langsung terjatuh tertelungkup dengan kaki diatas, diantara Sho dan Toma karena tidak sengaja tersandung kakinya sendiri. Aiba memandangi orang yang baru datang itu hingga membelalakan mata.
 
 
“apa-apaan kau ini, masuk ke ruangan ini sembarangan tanpa permisi! Sekarang tiba-tiba terjatuh, memalukan!” bentak Sho begitu melihat asistennya tiba-tiba masuk ruangan.
 
“maafkan saya Jendral, tetapi ini baru saja ada surat penting dari kerajaan Akai!” kata pria berambut pirang di depan Sho sambil menunjukkan lembaran kertas yang ia pegang, setelah berhasil kembali berdiri normal.
“Satoshi-san?!! Kau... Ohno Satoshi, khan??!! Ahhhh~ Yatta...!!! Akhirnya ada yang saya kenal di sini. Yattta!!!” teriak Aiba kegirangan sambil memegang erat kedua tangan dari pria di hadapan Sho.
 
“eh?” kata Sho dan Toma bersamaan, memandang Aiba dan Ohno dengan wajah bingung.
 
“hai’... Eh? Apa... kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Ohno dengan wajah bingung.
 
“Satoshi-san! Ini aku Aiba Masaki, anak buahmu di Stormy Corporation. Ingat???” tanya Aiba dengan suara riang. Tak pernah ia merasa dapat sebahagia ini bisa bertemu dengan atasannya itu tetapi kini ia benar-benar butuh bertemu orang yang mengenalnya di Tokyo.
 
 
 
“uhm... aku lima tahun yang lalu memang bekerja di perusahaan itu, tapi... Sepertinya aku belum pernah bertemu denganmu” kata Ohno dengan wajah bingung.
 
“hah?! Lima tahun yang lalu?” tanya Aiba.
 
“iya, aku sudah lima tahun berada di sini. Dan uhm... Seingatku, dulu itu aku masih pegawai rendahan, mana mungkin aku punya anak buah sepertimu?” kata Ohno sambil mengernyitkan dahi.
 
 
 
“sepertinya, Ohno yang kau temui adalah Ohno lima tahun kemudian di duniamu. Sedangkan Ohno yang ini, ingatannya tentang duniamu sudah berhenti sejak lima tahun yang lalu. Agak sulit menjelaskannya, tapi kira-kira seperti itu” kata Toma.
 
“begitukah? Sayang sekali... ku pikir kau akan jadi satu-satunya orang dari duniaku yang mengenalku...” kata Aiba terduduk lemas di rerumputan dengan wajah cemberut.
 
“gomen ne~?” kata Ohno sambil memandang iba pada Aiba yang duduk tak jauh darinya.
 
 
 
“baiklah, Ohno... Kau bisa melanjutkan laporanmu” kata Sho tanpa memperdulikan Aiba.
 
“oh iya, hampir lupa! Ini suratnya, Jendral!” kata Ohno sambil memberikan Sho selembar surat. Surat itu kemudian dibuka pengaitnya oleh Sho, lalu ia melemparnya jauh-jauh.
 
 
 
Sekejap surat tersebut mengeluarkan percikan api lalu membentuk figur seperti Yamashita Tomohisa lalu mulai mengeluarkan suara.
 
 
Aku Yamashita Tomohisa, raja dari Akai Land.
Ikuta Toma, kau pasti belum lupa dengan perjanjian kita bahwa setiap penduduk Akai Land yang masuk ke wilayah Midori, bisa dijemput langsung oleh raja.
Sekarang aku menagih janji itu, jika dalam beberapa hari kau tidak membiarkan Aiba kembali ke Akai.
Kau harus mengizinkanku untuk menjemputnya.
 
 
Terlihat figur itu membungkuk sedikit lalu perlahan kobaran api mengecil dan surat tadi pun menghilang tanpa bekas.
 
 
“ternyata ini rencananya yang sebenarnya. Ia mempergunakan Aiba agar ia bisa ku izinkan masuk ke dalam kerajaan Midori? Tidak akan ku biarkan!” kata Toma geram.
 
 
“eh? Maksudnya?” tanya Aiba.
 
“baginda Ikuta Toma membuat pelindung tak kasat mata untuk melindungi negeri ini dari serangan Akai. Siapapun yang tidak ia izinkan masuk, tubuhnya akan terhempas jauh dari Midori dan tak akan pernah bisa masuk” kata Sho.
 
“sekarang, jika baginda Yamashita bermaksud menjemputmu, maka baginda Ikuta harus menghilangkan pelindung itu supaya mereka bisa masuk. Hal itu akan membahayakan negeri ini” kata Sho lagi.
 
“ahhh... Begitu ternyata...” jawab Aiba sambil mengangguk.
 
 
 
“jadi... bagaimana ini, Baginda?” tanya Sho cemas.
 
“uhm... Hanya ada satu cara untuk mengatasi ini dan ku yakin kau tahu persis apa itu, Jendral...” kata Toma sambil memandang Aiba dan Sho.
 
 
“membuat... Aiba Masaki... segera menjadi... penduduk resmi Midori Land?” kata Sho dengan suara gemetar, agak ragu, tetapi hanya itu yang ia tahu dari buku-buku hukum kerajaan yang pernah ia baca.
 
“eeehhh?? Benarkah hanya seperti itu caranya?” tanya Ohno dengan wajah terkejut. Ia tahu persis apa yang ada dalam benak Toma dan Sho sekarang.
“betul sekali, hanya itu cara yang dapat kita lakukan untuk melindunginya. Tak ada cara lain” kata Toma sembari mengangguk.
 
“hah?! Memangnya... Bagaimana caranya?” tanya Aiba bingung karena hanya dia yang tidak mengerti.
 
 
 
Toma hanya menjawab dengan senyuman sambil menepuk pundak Aiba lalu berjalan menuju Ohno.
 
“Ohno, cepat beritahukan ke seluruh penduduk Midori Land, besok kita akan menyelenggarakan pesta pernikahan Jendral Sakurai Sho dengan Aiba Masaki dari Akai Land. Diskusi hari ini selesai, sampai bertemu besok pagi di Jembatan Cinta...” kata Toma sebelum akhirnya kembali naik ke tempatnya semula lalu bunga itu tertutup.
 
 
jadi, solusinya... Besok akan ada pernikahan antara Jendral Sakurai Sho dan Aiba Masaki?” kata Aiba dalam hati.
 
 
“Ehhhh???!!! Chotto~!!!! Aku? Menikah dengan Jendral Sakurai Sho? Ussooo~!! Bagindaaaa...!!!” teriak Aiba berusaha mengejar Toma tetapi tidak bisa karena tubuhnya ditahan oleh Sho dan Ohno.
 
“Ohno, kerjakan saja tugas yang baru diminta baginda. Biar aku yang mengurus Aiba” kata Sho sambil memegangi kedua tangan Aiba ke belakang.
 
“baik, segera saya laksanakan... Jendral!” kata Ohno yang kemudian pergi meninggalkan ruangan.
 
 
 
“apa maksud ini semua?? Aku tidak mengerti!!” kata Aiba mencoba memandang Sho ketika tubuhnya di seret keluar ruangan Toma.
 
“kau tidak salah dengar... Besok kita harus menikah” kata Sho dibelakang telinga Aiba.
 
“tapi kenapa???” tanya Aiba.
 
“memang peraturannya seperti itu, untuk menjadikan penduduk Akai menjadi penduduk Midori atau sebaliknya, hanya bisa dilakukan dengan pernikahan” kata Sho.
 
“tapi.... tapi, aku tidak mau menikah denganmuuuu!!” kata Aiba dengan nada tinggi.
 
“memangnya aku perduli?” kata Sho sinis.
 
dasar, orang ini!!! Percuma saja aku berdebat dengannya!!” gerutu Aiba.
 
“negeri yang aneh...! Orang-orang aneh...! Di sini semuanya aneh...! Lepaskan! Aku mau pulaaaaaaaaaanggg!!!” teriak Aiba ketika diseret Sho menuju kamar tidurnya.
 
“kami hanya ingin melindungimu... Percayalah...” rintih Sho sambil memeluk Aiba dari belakang lalu mendorong tubuh kurus itu masuk ke dalam kamar kemudian menguncinya dari luar.
 
“lepaskan aku, ku mohon....” kata Aiba sambil menggedor-gedor pintu dengan telapak tangannya.
 
“Oyasuminasai, Aiba-kun...” kata Sho dari luar, yang kemudian berjalan meninggalkan daerah kamar Aiba.

Date: 2011-10-15 09:17 pm (UTC)
From: [identity profile] adeyakana.livejournal.com
Ya ampun Aiba lambat banget mikir'a XD
Mereka akan menikah??
Gak sabar pengen baca lanjutan'a hihi

Date: 2011-10-18 07:22 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Hahahaha... Harap maklum... xDDD"

Silahkan baca selanjutkan... *wink*

Date: 2011-10-16 12:43 am (UTC)
From: [identity profile] faradakiut.livejournal.com
kya~~ i'm so looking forward for sakuraiba's marriage.. :p

Date: 2011-10-18 07:23 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Hahahahaha... Douzoooo~ I've post the next chapter. ^^

Date: 2011-10-16 03:09 am (UTC)
From: [identity profile] pamelaxiah.livejournal.com
ampun......
aiba lemot bgt mikirnya.....
tapi kasian juga mesti dipaksa nikah..
penasaran apa yg bkal dilakuin aiba..

lanjut ^^

Date: 2011-10-17 02:33 am (UTC)
From: [identity profile] yohana-lestari.livejournal.com
kyaaa aiba merit sama sho? huahahaha penasaran prosesnya gimana huahahaha XD lanjuut dah gambate nee-chan ;)

Date: 2011-10-18 07:29 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Udah gue post tuch... Kekekekek... Selamat membaca! :D

Date: 2011-10-18 07:27 am (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Hehehehe... xDD

Silahkan simak chapter berikutnya. Fufufuu..

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Jul. 27th, 2017 06:49 am
Powered by Dreamwidth Studios