kashikuta: (Cute SakurAiba)
[personal profile] kashikuta
Photobucket


Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : G
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi




Aiba terbangun di sebuah ruangan yang nyaman dengan wangi yang sangat segar, pelan-pelan ia membuka matanya sambil sesekali meringis karena tubuhnya terasa sakit.
 
“Ittaiiiii...” rintih Aiba pelan sambil berusaha duduk ketika merasakan ada lap basah yang sedang berusaha membersihkan tangannya yang sedikit luka.
 
 
Orang yang pertama kali ia lihat adalah seorang pria bertopeng yang kini duduk di dekat tempat tidurnya, memperhatikannya. Lalu meletakkan kain dan sebaskom air di meja.
 
“kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?” tanya orang itu, terdengar cemas.
 
“kau ini siapa?” tanya Aiba yang langsung terkejut setelah menyadari bahwa ia kini berada di tempat yang asing. Lebih terkejut lagi karena melihat manusia di depannya mengenakan topeng dari besi.
 
siapa orang ini? Gayanya aneh...” kata Aiba dalam hati sembari memperhatikan pria bertopeng yang kini berpakaian militer lengkap.
 
 
“uhm... Bisa kita berbicara setelah kau mengganti pakaianmu dengan ini?” tanya pria itu sembari berdiri lalu menyodorkan sebuah pakaian berwarna hijau kepada Aiba. Sebuah celana dan kemeja berkerah berbahan halus, bentuknya lebih mirip piyama tidur.
 
“eh? Kenapa aku harus ganti baju?” tanya Aiba, bingung.
 
“apa harus aku yang memakaikannya padamu?” tanya orang itu agak dingin.
 
“tidak perlu. Ok, aku bisa berganti pakaian dimana?” tanya Aiba cepat.
 
galak sekali, siapa sih orang ini?!” kata Aiba dalam hati mulai tersulut.
 
 
 
“di sini saja, aku akan menutup mataku” kata orang itu kembali duduk di kursi.
 
“bagaimana aku tahu kau sudah menutup mata jika kau pakai topeng begitu?!” seru Aiba.
 
“baiklah, apa begini, cukup?” tanya orang itu setelah mengambil selembar kain dari kantung celananya lalu mengikatnya di bagian matanya dan menutupkan kedua telapak tangannya ke mata.
 
terus memakai topeng seperti itu, mukanya pasti buruk sekali.. hihihi..” pikir Aiba dalam hati, sambil mulai mengganti pakaiannya.
 
 
 
“ok, sudah, apa sekarang kita bisa bicara?” tanya Aiba begitu selesai berganti pakaian.
 
Pria itu terlihat menepuk tangan dua kali lalu seseorang sambil membawa baki berjalan mendekati Aiba, meminta Aiba untuk meletakkan baju kotornya ke baki itu. Tak lama setelah Aiba meletakkan bajunya di situ, pria itu berjalan pergi meninggalkan Aiba kembali berdua dengan pria bertopeng di hadapannya.
 
Setelah mendengar pintu ditutup, pria itu kemudian melepaskan kain yang menutup matanya, melepaskan topeng yang ia kenakan lalu memandang Aiba. Entah mengapa, jantung Aiba berhenti berdegup sesaat ketika melihat padangan mata dari pria di hadapannya itu.
 
 
 
“aku Sakurai Sho, Jendral perang kerajaan Midori. Siapa namamu?” tanya pria itu sambil  berjalan ke arah Aiba yang sejak tadi duduk di tempat tidur, lalu mengulurkan tangannya.
 
“Aiba Masaki...” jawab Aiba agak ragu menyambut uluran tangan Sho.
 
ternyata orang ini tampan... Kenapa wajahnya harus disembunyikan dibalik topeng seperti itu?” tanya Aiba dalam hati.
 
 
“ouch...” kata Aiba kemudian, merintih sakit karena luka robek di tangannya belum sembuh dan masih banyak goresan-goresan lain serta memar di tubuhnya yang juga terasa perih.
 
Tanpa ekspresi, Sho terlihat mengambil sebuah gelas berbahan kristal berisi air putih lalu menuangkan sebuah cairan berwarna hijau yang ia keluarkan dari botol kecil yang baru ia ambil dari kantung celananya.
 
 
“minumlah, kau akan lebih baik....” kata Sho, menyodorkan gelas itu pada Aiba tetapi orang yang menerimanya merasa agak ragu.
 
bagaimana aku tahu orang ini baik dan tidak bermaksud meracuniku?” tanya Aiba dalam hati.
 
“minumlah, jika aku memang berniat membunuhmu, sudah ku lakukan sejak tadi saat kau belum sadar” kata Sho setelah melihat Aiba yang tak juga meminum air yang ada di gelas kristal yang sudah ia pegang.
 
 
 
Akhirnya Aiba memutuskan untuk mencoba meminumnya. Air yang diminum Aiba ternyata terasa seperti air yang bercampur besi, baik bau maupun rasanya benar-benar seperti sedang meminum besi.
 
“rasanya aneh...” kata Aiba sambil menjulurkan lidah begitu berhasil menghabiskan air dari gelas kristal. Sho hanya menjawab dengan senyuman.
 
“kau pikir aku sedang memberi apa? Jus buah? Itu obat, tentu saja tidak enak!” tanya Sho sambil memandang tajam ke arah Aiba.
 
“kau! Hggghhh... “ tiba-tiba saja kata-kata Aiba terputus karena ia merasa ada sesuatu yang membuat nafasnya tercekat sejenak. Secara reflek Aiba kemudian mencengkram kuat tangan Sho, akibat sensasi tiba-tiba yang ia rasakan. Secara ajaib, luka-luka di tubuh Aiba tiba-tiba sembuh seketika tanpa bekas dan tanpa meninggalkan rasa sakit sedikitpun.
 
 
 
Beberapa menit kemudian...
Sho membantu Aiba membersihkan keringat di dahinya setelah mengetahui nafas Aiba kini sudah lebih stabil.
 
“tadi itu... yang baru saja ku minum itu... apa?” tanya Aiba yang masih berusaha mengatur nafasnya.
 
“darah suci, pemberian baginda raja” kata Sho sembari mengamati Aiba lekat-lekat.
 
“eh? Apa? Darah?” tanya Aiba terkejut hingga terbatuk-batuk.
 
“nanti kau juga akan mengerti... Hmmmm...” kata Sho sambil mendekatkan hidungnya ke dekat leher Aiba lalu mengendusnya.
 
 
 
“ooy...! Apa yang kau lakukan?” seru Aiba agak mengerutkan dahi dan tangan mendorong tubuh Sho agar menjauh.
 
“kau ini... Bukan penduduk asli Akai Land khan? Dari mana asalmu?” tanya Sho.
 
Hah?! Bagaimana orang ini bisa tahu?” tanya Aiba dalam hati, memandang Sho dengan wajah bingung.
 
 
 
“Darah penduduk Midori berwarna hijau sedangkan darah penduduk Akai berwarna merah. Tapi meskipun warna darahmu sama dengan Akai, aku masih bisa membedakan wangi darah Akai Land dan yang bukan. Jadi, dari mana asalmu Aiba-kun?” kata Sho.
 
“aku... dari Tokyo, entah mengapa aku bisa berada di sini tiba-tiba” kata Aiba mencoba berbohong tanpa berani memandangi Sho.
 
aku tidak mungkin mengaku pada orang ini bahwa aku diminta Yamashita untuk sengaja menyusup ke istana ini. Tidak mungkin...” kata Aiba dalam hati sementara Sho hanya memandanginya sambil tersenyum sinis.
 
 
 
“ok, uhm... Tampaknya kau kelaparan, ayo makan!” kata Sho sambil menarik tangan Aiba agar berdiri dari tempat tidur, tanpa menunggu orang itu menjawab.
 
oh tidak, sudah waktunya makan? Akai Land saja makanannya sudah begitu aneh, makanan apa yang akan ku dapat di sini? Aku lebih baik mati kelaparan...” tanya Aiba dalam hati.
 
 
 
“tidak, terima kasih, aku tidak lapar” kata Aiba buru-buru, bermaksud kembali ke tempat tidur tetapi Sho ternyata tidak melepaskan pegangan tangannya dan tetap menarik Aiba menuju meja makan.
 
“kau ingin aku mengikatmu supaya duduk di kursi makan?” kata Sho mengancam.
 
“eh?” Aiba terkejut. Lalu dengan agak takut dan wajah cemberut, Aiba pun duduk di sebuah kursi pada meja makan yang panjang.
 
 
Ada sebuah piring yang tertutup dengan penutup makanan berbahan alumunium di hadapan Aiba. Belum membukanya saja, hatinya rasanya sudah berdegup kencang karena ngeri dengan makanan apa yang akan tersaji di sana, sehingga ia hanya melihat piring di depannya tanpa berani membuka tutupnya.
 
apa yang kira2 akan keluar begitu aku membuka tutup ini? Uhm... Naga hidup? Anaconda? Kowai!” kata Aiba dalam hati.
 
 
Tanpa berkata apapun sebelumnya, Sho dengan cekatan langsung membuka penutup makanan di depan Aiba. Suatu hal yang mengejutkan terjadi karena ternyata makanan di depan Aiba terlihat begitu normal.
 
“ini apa?” tanya Aiba ragu, ia takut salah menduga dengan apa yang ia lihat sekarang.
 
“onigiri dan ramen, memangnya kau belum pernah makan ini selama kau hidup di Tokyo? Semiskin apa sih kau ketika di Tokyo sampai belum pernah makan ini?” tanya Sho sinis.
 
“isinya?” tanya Aiba masih ragu. Kali ini ia tidak mau memperdulikan hinaan Sho, yang ia inginkan hanya makan makanan yang ada di hadapannya jika memang makanan itu seperti yang ia duga sebelumnya.
 
“uhm.. ramen dengan daging sapi, onigiri isi daging ayam dan ikan tuna? Yah, semacam itulah... Memangnya kau pikir aku ini juru masak apa?!!” kata Sho.
 
“sungguh? Kau tidak membohongiku khan?” tanya Aiba mencoba sabar.
 
“apa untungnya untukku?” tanya Sho mulai kesal.
 
“tapi...” kata Aiba.
 
“sekali lagi kau bertanya, lebih baik ku buang saja makanan ini! Dan silahkan mati kelaparan...” kata Sho bersiap mengambil piring berisi onigiri yang ada di hadapan Aiba.
 
orang ini! Arrrghh... Ada apa sih dengan dia?” kata Aiba dalam hati.
 
“eh, jangaaaaaaannn!! Ok, aku akan mulai makan sekarang. Itadakimassu~” kata Aiba menepukkan kedua tangannya ke depan, menunduk sedikit, lalu mulai mengambil onigiri di hadapannya.
 
 
enak!!! Bagaimana bisa ada makanan seperti ini di sini?” kata Aiba dalam hati sambil terus mengunyah.
 
 
 
“di negeri ini juga ada yang berasal dari Tokyo. Dia yang mengajari koki kami untuk memasak ini. Kau bisa makan sepuasmu kalau kau menyukainya. Setelah ini, aku akan mengajakmu ke suatu tempat” kata Sho sembari memperhatikan Aiba makan onigiri dengan lahap.
 
“kemana?” tanya Aiba yang terdengar agak tidak jelas karena mulutnya penuh dengan makanan.
 
“kau tak perlu tahu!” kata Sho acuh sembari menggigit onigiri yang ia pegang.
 
sikap macam apa ini? Datar, acuh, sombong. Huuuhhh... Memangnya aku punya salah apa padanya?!” kata Aiba dalam hati sambil memandang tajam Sho yang sedang memandang ke arah lain.
 
 
 
Di kerajaan Akai, Yamashita marah besar hingga melempar bola kristal yang ada di hadapannya hingga hancur berkeping-keping.
 
“satu rencanaku sudah gagal, sial!!” teriaknya murka. Sementara Nino hanya memandangi bagindanya dengan wajah ketakutan.

From:
Anonymous( )Anonymous This account has disabled anonymous posting.
OpenID( )OpenID You can comment on this post while signed in with an account from many other sites, once you have confirmed your email address. Sign in using OpenID.
User
Account name:
Password:
If you don't have an account you can create one now.
Subject:
HTML doesn't work in the subject.

Message:

 
Notice: This account is set to log the IP addresses of everyone who comments.
Links will be displayed as unclickable URLs to help prevent spam.

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Jul. 27th, 2017 06:45 am
Powered by Dreamwidth Studios