kashikuta: (MatsuMiya)
[personal profile] kashikuta
Hideko enggak punya icon Nino... Huhuhu... Ya udah, pake ini aja yach.. xDDDD

Photobucket

Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : G
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi




Hari itu akhirnya Aiba tidur di kastil Yamashita. Ia diberikan kamar khusus yang cukup luas dan tempat tidur yang empuk tapi tetap tak bisa tidur meskipun sudah sangat lelah.
 
 
TOK... TOK...
Terdengar sebuah ketukan di pintu Aiba.
 
“masuk” kata Aiba agak malas, meskipun agak ragu dengan siapa yang mengetuk pintunya.
 
“permisi, Tuan. Saya datang membawakan makan malam...” kata seorang pria dengan suara agak parau tetapi gemetar, begitu masuk ke dalam ruangan.
 
“makan malam? Wah... Arigatou... Kebetulan aku sudah kelaparan...” kata Aiba langsung berjalan mendekat ke pria kurus di depannya.
 
 
 
Pria itu lalu meletakkan baki berisi makanan di meja makan yang ada di ruangan itu. Iya, kamar Aiba sangat luas hingga seperti sebuah rumah pribadi. Selain tempat tidur, di sana juga terdapat meja makan, meja tamu, kursi malas dan meja kerja. Itu masih belum termasuk kolam pemandian pribadi di samping kamar Aiba yang bahkan belum sempat ia sentuh.
 
 
Aiba kemudian duduk di kursi makan, melihat makanan yang diletakkan oleh pria yang baru masuk tadi.
 
“silahkan dicicipi, Tuan... Semoga sesuai selera anda” kata pria itu, masih dengan suara gemetar.
 
“ini apa saja?” tanya Aiba setelah melihat bentuk makanan yang lagi-lagi terlihat tidak wajar bentuknya. Meskipun cahaya di tempat itu remang-remang, Aiba tetap dapat memastikan bahwa seumur hidup ia baru satu kali ini melihat makanan yang sekarang tersaji di hadapannya.
 
“uhm... ini ubur-ubur goreng tepung. Sudah matang, tidak mentah seperti snack tadi” kata pria itu sambil menunjuk sebuah piring. Tetap saja, meskipun matang, Aiba tetap tak selera untuk memegangnya.
 
 
“lalu?” tanya Aiba, mulai tidak berselera.
 
“ini tumis hati Unicorn dengan ginseng, yang ini otak naga rebus dengan kuah anggur biru, yang ini tumis akar kayu jati seribu tahun dan yang ini keripik cakar serigala langka di hutan terlarang” kata pria itu dengan cekatan sembari menunjuk piring di hadapan Aiba satu persatu.
 
“HAH?! Kenapa makanan di sini tidak ada yang normal???!! Aku bahkan tidak tahu bahwa Unicorn dan Naga itu benar-benar hidup. Apa-apaan ini?!!” kata Aiba dengan nada tinggi, membuat pria di depannya semakin gemetar ketakutan lalu mundur menjauh dari Aiba.
 
 
“ma... maaf, saya... hanya bisa memasak ini...” kata pria itu ketakutan sambil mencengkram baki yang ia pegang, membuat Aiba tersadar dari kemarahannya.
 
“eh? Apa aku membuatmu takut? Ahhh~ Entah mengapa jika aku lapar jadi galak begini... Terima kasih untuk makanannya tapi aku tidak pernah memakan ini, jadi sedikit ngeri melihatnya. Gomen ne~?” kata Aiba.
 
Pria di depannya hanya menjawab dengan anggukan tak berani berkata apapun. Masih terlihat takut, meskipun tidak sampai mencengkram kuat baki yang ia pegang seperti tadi.
 
“bisa kau duduk di situ? Tidak enak rasanya jika harus makan sendirian” tanya Aiba sambil mencoba mengambil tumis akar kayu jati seribu tahun ke dalam piringnya.
 
Pria itu kemudian duduk di depan Aiba dengan agak ragu.
 
 
 
“Kau tadi juga yang memberiku snack ubur-ubur, khan? Siapa namamu?” tanya Aiba sembari sedikit menutup mata ketika memasukkan nasi bercampur tumis akar kayu jati ke dalam mulutnya.
 
“Iya, uhm... Saya, Ninomiya Kazunari” kata pria di depan Aiba.
 
“Aku Aiba Masaki, yoroshiku ne~” kata Aiba setelah berhasil menelan makanan yang ia kunyah. Terus terang rasanya agak aneh tapi Aiba tak ada pilihan lain.
 
“hai’... yoroshiku...” jawab Nino, masih agak ragu, tapi kali ini lebih karena bingung akibat baru pertama kali ini bertemu dengan orang yang bersikap begitu ramah pada budak sepertinya.
 
 
“kau sudah makan? Ayo, makan bersamaku...” kata Aiba, mencoba mengambil makanan lain. Tumis hati Unicorn, bentuknya mungkin terlihat agak lebih normal dari makanan lain tetapi itu tidak menjamin rasanya lebih baik.
 
“saya akan makan jika baginda Yamashita mengizinkan, jadi tidak perlu perdulikan saya” kata pria itu sambil membungkuk sedikit tanda menghormati Aiba.
 
 
“eh? Kenapa begitu? Kau harusnya makan jika kau lapar khan?” tanya Aiba.
 
“di sini, jika kami ingin melakukan sesuatu—“ kata Nino belum sempat menyelesaikan karena tiba-tiba Yamashita masuk ke dalam ruangan.
 
 
 
“ahhh~ Ninomiya Kazunari, ternyata kau di sini.” Kata Yamashita.
 
“uhm... Maaf Baginda... Apa anda memerlukan bantuan saya?” tanya Nino ragu-ragu sembari menunduk.
 
“Aku rasa ada yang lebih membutuhkanmu saat ini. Ayo cepat, kerjakan tugas rutinmu! Biar aku yang menemani Aiba-kun makan di sini” kata Yamashita sambil memandang Nino dengan senyuman tetapi Nino tak berani menatap langsung ke arah Yamashita.
 
 
“ba... baik, Baginda... Maaf, saya permisi tuan Aiba...” kata Nino membungkuk sebentar pada Aiba dan Yamashita lalu pergi meninggalkan ruangan.
 
“ok, bagaimana Aiba-kun, apa makanannya sesuai seleramu?” tanya Yamashita sambil tersenyum ramah pada Aiba.
 
 
 
 
Setelah keluar dari kamar tidur Aiba, Nino berjalan menyusuri koridor kastil lalu naik menuju sebuah kamar tersembunyi di puncak menara kastil. Nino membuka pintu kamar itu pelan-pelan, sebelum akhirnya masuk ke dalam.
 
“Kazu... Akhirnya kau datang, ayo kemari... Aku sudah menunggumu” kata sebuah suara pria di dalam ruangan itu yang langsung membuat tubuh Nino gemetar.
 
Tak lama setelah itu, yang terdengar hanyalah suara jeritan kesakitan dari Nino. Tapi puncak menara itu terlalu tinggi, terlalu gelap dan terlalu menakutkan, tak ada yang berani ke sana kecuali Nino, Yamashita dan orang yang kini bersama dengannya, sehingga tak ada yang bisa menolong Nino meskipun kini ia sangat membutuhkannya.
 
 
 
Setelah beberapa hari menginap di kastil megah Yamashita, akhirnya kini Aiba sudah siap melakukan perjalanan menuju kerajaan Midori.
 
Sekarang ia, Yamashita, Nino dan beberapa pengawal sudah keluar jauh dari istana dan berada di hadapan sebuah jembatan kayu berlumut yang cukup panjang.
 
 
Sebenarnya Aiba masih belum ada ide sama sekali bagaimana tempat yang akan ia datangi itu tapi berdiam diri di kerajaan Akai juga bukan keputusan yang baik, karena itu Aiba memutuskan menuruti petunjuk dari Yamashita. Satu yang Aiba inginkan saat ini, segera menyelesaikan masalah yang ada di sini, supaya ia dapat pulang ke dunianya dan menjalani aktifitasnya seperti biasa seakan tak pernah terjadi apapun.
 
Rencana dari Yamashita adalah Aiba menyusup masuk ke dalam kerajaan Midori, mengawasi apapun yang terjadi di sana kemudian jika ada kesempatan, Aiba harus menculik raja dari Midori Land. Karena itu, Aiba kini sudah memakai baju khusus yang berbentuk menyerupai baju yang biasa dikenakan oleh rakyat Midori, serba hijau dan tanpa jahitan selain celana pendek yang dipakainya, berbeda dengan baju yang dikenakan oleh penduduk Akai Land yang cenderung terlihat normal meskipun baju mereka semua serba merah.
 
 
Baju itu terasa agak dingin karena terlalu tipis untuk dipakai di Akai Land yang sepertinya sedang musim dingin. Tetapi Yamashita memaksa Aiba untuk memakai baju itu dan memastikan bahwa baju itu adalah yang paling tepat untuk dikenakan di Midori Land sehingga Aiba terpaksa memakainya meskipun kini ia harus sesekali menggosok lengannya dengan telapak tangannya sendiri agar terasa agak lebih hangat.
 
“untuk menuju Midori Land, kau tinggal berjalan lurus saja. Ini adalah salah satu jembatan penghubung antara Akai dan Midori, jadi seberang dari jembatan ini adalah Midori Land” kata Yamashita, sementara Aiba hanya mengangguk-angguk.
 
“untuk menemukan kerajaan Midori, yang perlu kau lakukan adalah mengikuti arah tanaman clover yang tumbuh sepanjang jalan menuju kerajaan. Begitu tanaman itu hilang, kau berarti sudah sampai di gerbang kerajaan” kata Yamashita.
 
“hai’~!” jawab Aiba sembari mengangguk.
 
“usahakan segera menyusup ke dalam kastil kerajaan. Begitu kau menemukan raja dari Midori, lemparkan bubuk yang ada di dalam kantung ini padanya dan dia akan langsung terbawa ke sini. Begitu cara kau menculiknya” kata Yamashita sambil memasukkan sebuah kantung cokelat ke tas kain yang dibawa oleh Aiba.
 
“semudah itu?” tanya Aiba.
 
“Iya, semudah itu” kata Yamashita sembari mengangguk, sementara Aiba memandanginya tidak yakin.
 
“sudah, itu saja. Petunjuk dariku, semoga berhasil. Oh iya, ingat, setelah kau berhasil menculiknya, kau harus segera kembali ke sini! Mengerti?!” kata Yamashita sambil menepuk punggung Aiba. Bagian punggung Aiba terlihat bersinar sedikit, membuat Nino menjadi terkejut. Ia tahu benar, apa yang baru saja dilakukan Yamashita pada Aiba.
 
 
“Ninomiya-kun... Jaga dirimu baik-baik ya...!!” kata Aiba sambil melambaikan tangan ke arah Nino sebelum akhirnya berjalan pergi.
 
Nino hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman tipis di wajahnya. Agak cemas.
 
“kumohon, siapapun di Midori Land... Selamatkan orang baik di hadapanku ini” doa Nino dalam hati sembari mengaitkan kedua tangannya.

Date: 2011-09-12 09:36 am (UTC)
From: [identity profile] faradakiut.livejournal.com
it seems like akai land consist of bad guy here, right? :p

Date: 2011-09-25 04:23 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Hmmmm.. We'll see... *late reply, gomen* xDD

Date: 2011-09-12 01:42 pm (UTC)
From: [identity profile] pamelaxiah.livejournal.com
waduh...
yg jahat ntu sapa y???
penasaran sama orang yg ada di atas menara..
sampe nino ketakutak bgt..

lanjut ^^

Date: 2011-09-25 04:23 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Kira2 siapa hayoooo?? xD

Date: 2011-09-12 03:55 pm (UTC)
From: [identity profile] adeyakana.livejournal.com
Seperti'a Aiba berada di tempat yg salah...
Cpa yg jahat sebener'a??
Selain itu penasaran ama orang yg ada di menara >.<'
Ditunggu yg berikut'a

Date: 2011-09-25 04:24 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Kekekekekekek.... Pembaca mulai bingung, author senang! xDD

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Jul. 27th, 2017 06:48 am
Powered by Dreamwidth Studios