kashikuta: (Uke Aiba)
[personal profile] kashikuta
Cerita ini terinspirasi dari Fanfic kerja bareng "On The EROr Night" di section Estafet Wand yang ada di Fairy Dreamland Forum, jadi jika ada kesamaan detail tempat, makanan dan lain-lain, memang disengaja.

Yang pasti beda adalah di sana straight, genrenya comedy dan banyak cast cewek, di sini... yaoi, genrenya... apa ya enggak tau dan castnya laki2 semua.

Selamat Membaca~ xD


NB : JANGAN LUPA BACA PROLOGNYA DULU YA!!! :D




Photobucket


Judul : Infinity
Penulis : [livejournal.com profile] hideko_ikuta

Pairing : SakurAiba (main), TomaPi (side), Guest : Ohno, Jun & Nino
Rating : G
Genre : AU, Romance, BL, Yaoi



Aiba menengok ke kiri dan ke kanan untuk mencari orang yang bisa membantunya, tetapi ia hanya melihat jalanan di depan rumahnya sunyi senyap. Ia kemudian memberanikan diri menyentuh orang yang tertelungkup di depan rumahnya dengan telunjuknya, mendorong tubuh itu dari posisi tertelungkup hingga menjadi terlentang menghadapnya.
 
Terlihat seorang pria tampan berkulit kecokelatan dan berambut pirang sedang memejamkan mata dengan wajah yang pucat. Pria itu terlihat masih muda, mungkin sedikit lebih muda dari Aiba. Ketika melihat pria itu terlentang, Aiba dapat melihat bahwa pria itu masih bernafas karena bagian dadanya terlihat naik turun, meskipun begitu pria itu tidak bergerak sama sekali.
 
“pingsan?” gumam Aiba yang akhirnya berani memegang pundak pria dihadapannya dengan kedua tangannya.
 
“hei… Apa kau baik-baik saja?” tanya Aiba sambil menepuk-nepuk pipi pria itu. Terasa begitu dingin ketika Aiba menyentuhnya, sepertinya pria itu terlalu lama terguyur hujan di luar.
 
 
 
Pria itu membuka matanya sejenak untuk melihat Aiba tetapi pandangannya masih belum terlalu fokus.
 
“kau bisa berjalan? Ayo masuk, di dalam akan lebih hangat” kata Aiba sambil memapah pria itu masuk ke dalam rumahnya.
 
 
 
Di dalam rumah,
pria itu langsung duduk di sofa tua milik Aiba yang sudah lapuk karena sudah berada di rumah itu sejak Aiba masih kecil tetapi masih cukup nyaman diduduki walaupun tidak senyaman sofa baru. Aiba memberikan secangkir teh hangat pada pria di depannya yang kini sudah sedikit lebih sadar meskipun masih belum mengatakan apapun sejak masuk rumah.
 
Pria itu bahkan hanya diam saja ketika Aiba memberinya baju ganti agar tidak menggigil akibat bajunya yang basah. Sekarang, masih dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, pria itu memegang cangkir yang diberikan oleh Aiba lalu mengendusnya, tak berani langsung meminumnya.
 
“itu teh hangat yang ku beri jahe sedikit, ku rasa itu akan berguna untuk menghangatkan tubuhmu…” kata Aiba sembari duduk di sofa yang ada di hadapan orang itu.
 
“oh…” kata pria itu akhirnya meskipun masih agak ragu untuk mengeluarkan suaranya. Ia lalu mencoba mencicipi teh buatan Aiba yang dibuat dalam cangkir kuno berwarna hijau telur asin itu, bentuknya tidak menarik tetapi rasanya ternyata cukup enak.
 
 
 
“kau ini… siapa ya? Mengapa bisa pingsan di depan sana, malam-malam begini?” tanya Aiba sembari memandangi pria yang sekarang sedang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk yang diberikan Aiba.
 
“aku Yamashita... Tomohisa. Uhm... Aku juga... Uhm... Kurang yakin, kenapa aku bisa berada... di tempat seperti ini?” kata pria itu dengan suara agak serak. Matanya menyapukan pandangan ke setiap sudut rumah Aiba, terlihat... meremehkan?
 
 
Aiba mengeryitkan dahi ketika melihat cara Yamashita memandangi rumahnya. Orang ini, agak.... uhm... Tidak sopan?
 
“kalau boleh tahu... Ini tempat apa ya? Berantakan sekali... Oh iya, siapa namamu?” tanya Yamashita yang kemudian menenggak minuman yang ia pegang.
 
“Tempat apa? Ini rumahku! Namaku Aiba Masaki” jawab Aiba.
 
“rumah? Maksudmu tempat tinggalmu begitu? Eh? Kau serius?” tanya Yamashita bertubi-tubi dengan tatapan tak percaya.
 
“iya, ini rumah tempat aku tinggal. Memangnya kenapa?” tanya Aiba sembari mengernyitkan dahi.
 
“Sugoii... Bahkan tempat pemandian di kastilku saja lebih besar dari ini lho...” kata Yamashita santai masih memandangi rumah Aiba yang mungil.
 
“heeeey!! Berhenti menghinaku. Kastil? Memangnya kau ini raja? atau apa? Sombong sekali!” seru Aiba merasa terhina meskipun Yamashita sebenarnya sama sekali tidak ada maksud untuk menghina pria di depannya.
 
“eh? Bagaimana kau bisa tahu kalau aku raja?” kata Yamashita sambil mengangguk tanpa ragu.
 
“Hah?! Kepalamu tadi terantuk sesuatu sebelum pingsan ya? Makanya berimajinasi yang aneh-aneh” kata Aiba heran.
 
 
“tidak, aku masih normal. Aku memang raja di Akai Land...” kata Yamashita tanpa ekspresi, pandangan matanya kosong sehingga Aiba tidak dapat membaca apa maksud hati dari orang di depannya itu.
 
“kebetulan aku ke sini untuk mencari seseorang yang bisa ku minta bantuan untuk menjadi salah satu prajurit khususku guna melawan kerajaan Midori” kata Yamashita lagi.
 
 
“HAAAAHHH??!!!” kata Aiba tak percaya.
 
Ini mimpi, pasti ini mimpi. Orang ini pasti baru kabur dari rumah sakit jiwa!” kata Aiba dalam hati.
 
 
“Mana ada di dunia ini kerajaan Akai....? Dan... Apa tadi, kerajaan... Midori?” kata Aiba.
 
“aku juga tahu kalau dua kerajaan itu tidak ada di dunia ini. Tapi aku sungguh tidak gila, memangnya kau ingin aku membuktikannya supaya kau percaya?” tanya Yamashita dengan wajah heran.
 
 
“Okelah, aku percaya. Tolong cepat habiskan tehmu lalu tinggalkan rumahku ya... Besok aku harus berangkat kerja pagi-pagi sekali” kata Aiba sambil memijat kepalanya walaupun tidak pusing. Yang ia inginkan sekarang hanyalah Yamashita segera meninggalkan rumahnya agar Aiba tidak mendengar lebih banyak mendengarkan cerita-cerita gila dari Yamashita.
 
 
“kau masih tidak percaya?” tanya Yamashita yang sebenarnya agak tersentak sedikit ketika melihat kalung yang dipakai Aiba tetapi sayangnya Aiba tidak menyadari itu.
 
“sudahlah... Anggap saja aku percaya, ok?” kata Aiba memalingkan wajah.
 
“pergilah, cepat...” gerutu Aiba pelan.
 
“hey, aku bisa membuktikannya jika kau mau!” kata Yamashita yakin lalu berdiri menghadap Aiba.
 
“kalaupun kau bisa membuktikannya, pasti juga tidak akan terjadi apa-apa...” kata Aiba meremehkan, ia yakin sekali Yamashita adalah orang gila yang berhalusinasi menjadi raja.
 
“aku benar-benar bisa mengajakmu ke sana! Tapi itu artinya kau setuju untuk menjadi prajurit khususku untuk melawan kerajaan Midori, bagaimana? Setuju?” tanya Yamashita terakhir kali untuk memastikan keyakinan Aiba.
 
“iya-iya, terserah. Ayo cepat, buktikan saja...” jawab Aiba dengan nada malas karena mengantuk.
 
“ok, kemari...” kata Yamashita sambil mengajak Aiba ke daerah yang agak kosong dan jauh dari barang-barang Aiba.
 
 
Kini keduanya berdiri berhadapan dan Aiba masih memandang Yamashita dengan malas karena percaya bahwa ada yang salah dengan kejiwaan orang di depannya itu. Tetapi karena ini satu-satunya cara agar Aiba dapat mempunyai alasan untuk mengusir Yamashita pergi dari rumahnya, maka Aiba menurutinya saja.
 
 
 
Yamashita kemudian mengeluarkan sekuntum bunga mawar berwarna hitam dari kantung bajunya lalu menancapkan tangkainya ke lantai yang ada di tengah-tengah dirinya dan Aiba berdiri. Mulutnya terlihat berkomat-kamit membaca sesuatu dalam bahasa yang Aiba tidak pernah dengar sebelumnya, membuat Aiba mengeryitkan dahi sejenak. Aiba tersentak kaget ketika terdengar petir kembali menyambar di luar rumahnya, membuat ia menengok ke jendela yang tak jauh darinya. Hujan kembali deras secara tiba-tiba.
 
“ayolah... mana buktinya?” tanya Aiba sembari memandang Yamashita yang menunduk memperhatikan mawar yang ia tancapkan di lantai.
 
“sebentar lagi...” kata Yamashita yang kemudian memandang Aiba dengan matanya yang tiba-tiba berubah menjadi lebih bersinar dan warna merah sambil memandang Aiba.
 
“eh?” kata Aiba terkejut yang dalam sekejap langsung menerima kejutan tambahan karena merasakan lantai di bawah kakinya menjadi lebih lentur seperti berubah menjadi air tapi lebih pekat.
 
 
Mawar yang di tancapkan oleh Yamashita tadi tiba-tiba saja warnanya luntur dan warna hitam itu kini telah berubah menjadi air yang membasahi kaki Aiba dan menariknya masuk ke dalam lantai yang kini telah berubah jadi sebuah kolam yang luas.
 
“Whoooooaaaaaaaaa...!!!” teriak Aiba sebelum akhirnya bersama Yamashita tenggelam di dalam air keruh berwarna hitam yang pusaran airnya terus menerus menghisap tubuh Aiba masuk ke dalam sebuah arus yang dalam. Aiba berusaha berenang untuk kembali ke permukaan tetapi tak berhasil. Ia malah semakin kuat terhisap semakin dalam.
 
 
Tak lama kemudian air yang menenggelamkan Aiba telah berubah menjadi udara. Ia dapat merasakan dirinya kini sudah melayang di sebuah ruangan hampa udara dengan di depannya terdapat sebuah jam besar berbentuk seperti kompas yang bersinar terang, dengan arah jam yang bergerak melawan arah jarum jam.
 
Aiba terus melayang hingga ia merasakan sebuah arus angin kencang mengarahkan tubuhnya menembus sebuah lubang yang membawanya ke sebuah tempat yang asing. Tubuh Aiba akhirnya terjatuh pada dunia yang benar-benar berbeda.
 
Selamat datang di Akai Land, Aiba Masaki...

Date: 2011-09-08 02:36 pm (UTC)
From: [identity profile] adeyakana.livejournal.com
kasian banget Aiba
udah nemuin orang di depan rumah'a,, diajak ngomong tentang kerajaan,, pastilah nyangka tuch orang gila hehehe
aku gak bisa bayangin Yamapi komat kamit baca mantra,, pasti lucu dech tampang'a xD
kayak'a mulai seru nich,, ditunggu lanjutan'a ^^

Date: 2011-09-10 02:05 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Hehehe... Siiiphhhh... Bentar lagi muncul chapter berikutnya ya~ :D

Date: 2011-09-08 03:36 pm (UTC)
From: [identity profile] runatochii.livejournal.com
gyahahahahhahahahha bener2 terinspirasi dari kerajaan EROr xDDDD
sasuga Kassy-sama :D
waaooww ternyata Yamapi yang menjadi raja dan kesian ama Aiba-nya disini xDDD *mirip kek orang2 yang terdampar ke EROrland*
lanjutkan Kassy-sama~~
ku lemparkan..rrr tanktop(??) untukmu seorang x3 *kabur ke pelukan ksatria Satoshi*

P.s: judulnya lebih bagus ketimbang judul aseli xD

Date: 2011-09-10 02:13 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Makasih.. Makasih. xDD

*tangkep tanktop, pakein ke baginda raja tanktop* xDDD

Ehh?? Masa' judulnya lebih bagus?? Gyahaahaha.. Ini FF gue rasa keberatan judul aja sih.. Ceritanya ga sebagus judulnya. LOL

Date: 2011-09-09 05:21 am (UTC)
From: [identity profile] asuichii.livejournal.com
wahh..kalung apa tuh punya aiba? kalung doggy nino ato kalung biksu ohno xDD
Sasuga baginda tanktop~~
mana si yamapi kek dukun lagi tuh komat kamit baca mantra (untung gak pake nyembur xDD)
ayoo..lanjut..lanjut

Date: 2011-09-10 02:15 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Penjelasan kalungnya ada di Prolog... Ketahuan nih langsung loncat baca yang ini.. xDDD

Sankyu2! ^^
Wakakakak.. Dikira dukun yang di lagu dangdut itu, pake nyembur. xDD

Siiph, lanjutannya sebentar lagi gue publish.

Date: 2011-09-09 10:32 am (UTC)
From: [identity profile] faradakiut.livejournal.com
wow akai land and midori land..
sakuraiba's color.. xD
more more~ :D

Date: 2011-09-10 02:19 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Fufufufu.. Yup2.. ^^

I'll post the next chapter right after this.. :D

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Jul. 27th, 2017 06:43 am
Powered by Dreamwidth Studios