kashikuta: (MatsuMiya)
[personal profile] kashikuta
Fufufufu... Maaf telat ya, Hideko lagi menyiapkan cerita lain, jadi yang ini agak terbengkalai sedikit.. xDDD

Photobucket

Judul : Sleeping Prince
Penulis : Hideko Ikuta
Pairing : Sakuraiba (side pairing: JunBa & MatsuMiya)
Rating : PG
Genre : Romantic Comedy, BL, Yaoi
Sinopsis : Cerita sleeping beauty sudah membuat Aiba dan Sho menjalani hubungan persahabatan yang tidak wajar. Haruskah persahabatan ini diakhiri ketika sang 'putri' jatuh cinta pada pangeran lain?
Disclaimer : I don't own them. :(



“Satoshi Sensei~!!” kata Sho sambil mendekat ke guru yang menjadi wali kelas Aiba itu.

“Iya?” tanya Ohno, agak bingung karena tiba-tiba didekati oleh murid yang babak belur.

“saya Sakurai Sho dari kelas 3A” kata Sho.

“ahhh... Souka... Ada yang bisa dibantu? Eh tunggu, ada apa dengan wajahmu? Kau habis berkelahi ya?” tanya Satoshi Sensei sambil memegang wajah Sho.

“saya tidak apa-apa, Sensei... Saya mau menanyakan soal anak didik anda, Masaki Aiba” kata Sho.

“Ahhh~ tentang Masaki-kun... Ayo kita duduk dulu, aku tidak akan tenang menjawab pertanyaanmu jika melihat keadaanmu seperti itu” kata Ohno sambil menarik tangan Sho untuk duduk di dekat air mancur hiasan yang ada di dekat gerbang utama sekolah.

“kebetulan sekali aku mau pergi memancing, jadi aku membawa kotak P3K” kata Ohno sambil mengeluarkan sebuah kotak berisi perban, obat luka dan lain-lain dari tasnya, lalu bersama Mai membantu membersihkan dan mengobati luka-luka Sho.


Beberapa menit kemudian...
“jadi Sensei, apa anda tahu sesuatu mengenai Masaki Aiba?” tanya Sho.

“oh... Iya, kemarin sore, anak itu mengeluh sakit di dadanya dan kesulitan bernafas. Jadi kami membawanya ke rumah sakit dengan ambulan” kata Ohno.

“kenapa bisa begitu?” tanya Sho.

“sebenarnya aku juga kurang tahu, karena semua diurus oleh Matsumoto Sensei sedangkan aku hanya menunggui Masaki bersama Kazu Sensei. Tapi yang jelas, tadi malam keadaannya cukup buruk jadi tadi pagi ia perlu menjalani operasi. Setahuku, hingga sekarang ia belum juga siuman” kata Ohno serius.

“separah itukah?” tanya Sho dengan suara gemetar.

“Iya, katanya seharusnya ia sudah masuk rumah sakit sekitar satu bulan yang lalu, entah kenapa ia menundanya. Jadi, beginilah akibatnya...” kata Ohno.

“sekarang siapa yang menungguinya di rumah sakit?” tanya Sho.

“seharusnya.... Uhm... Kazu Sensei? Tapi aku kurang tahu juga, mengingat Kazu Sensei, Matsumoto Sensei dan aku menunggui Masaki semalaman kemarin. Kalau kau mau menjenguknya, sekarang Aiba masih ada di Ishimatsu Hospital, ruang ICU” kata Ohno.

“ahhhh~ terima kasih banyak atas informasinya, Sensei... Saya akan segera ke sana” kata Sho yang langsung berdiri membungkuk sedikit lalu berjalan meninggalkan Ohno dan Mai.


“ehhh... Onii-chan... Bagaimana dengan rencanamu mengantarku ke toko buku?” tanya Mai.

“besok saja... Aku ada urusan yang jauh lebih penting dari itu, sekarang!” kata Sho yang terus berjalan ke arah mobilnya lalu pergi meninggalkan Mai di sekolah.

“Onii-chan...!! Setidaknya kalau kau tidak bisa mengantarkanku ke toko buku, kau mengantarku pulang... Duuuuh...” kata Mai dengan wajah cemberut.


“uhm... Ano... Kau bisa pulang denganku, kalau kau mau” kata Satoshi Sensei.

“eh?” Sakurai Mai memandang Ohno dengan wajah bingung.

“tapi aku hanya membawa motor” kata Ohno sambil menunjuk motornya.

“ahhh... Hai’~ Tidak apa-apa... Arigatou, Sensei...” kata Sakurai Mai yang akhirnya dapat kembali tersenyum.



**


Petang hari itu, di Ishimatsu Hospital...

“Pneumothorax... merupakan penumpukan dari udara yang bebas dalam dada di luar paru-paru yang menyebabkan paru-paru menjadi mengempis. Dalam kasus Masaki, ia mengalami Spontaneous pneumothorax disebabkan oleh pecahnya kista atau kantung kecil pada permukaan paru” kata Matsujun kepada Nino yang duduk di sampingnya. Nino hanya mengangguk-angguk tanpa berkata apa-apa.

“Penyakit ini paling umum terjadi pada pria-pria yang berumur antara 20 dan 40 tahun, terutama pada pria-pria yang tinggi dan kurus seperti Masaki itu. Dan... Pada kasus Masaki, penyakit ini menjadi terlihat semakin mengerikan karena penanganan yang terlambat” kata Matsujun.

“terlambat? Bukannya ia baru merasakannya kemarin?” tanya Nino.

“tidak, sebenarnya sekitar dua bulan yang lalu, aku berkenalan dengan Masaki di rumah sakit ini” kata Matsujun.

“HAH?! Kalian sudah saling mengenal sebelum berkenalan di sekolah?” tanya Nino terkejut karena ia ingat persis, waktu itu ia melihat Aiba dan Matsujun berkenalan di tangga sekolah.


Matsujun tersenyum,
“Masaki sebelumnya pernah ke rumah sakit ini untuk berkonsultasi dengan dokter ahli tentang penyakitnya. Rekan sejawatku itu menyarankan agar Masaki segera di rawat. Sayangnya, ia tidak mau dan berkata bahwa ia baru mau dirawat pada bulan ini” kata Matsujun.

“eh? Kenapa? Itu khan membahayakan diri sendiri” kata Nino.
Matsujun mengangguk, terdiam sebentar untuk menghembuskan nafas, lalu berkata...

“ini semua ia lakukan demi cinta... aku bahkan tak bisa melarangnya” kata Matsujun tiba-tiba menjadi murung.

“ia melakukan hal itu demi cinta? Maksudmu?” tanya Nino menjadi bingung. Matsujun kemudian melanjutkan ceritanya.


Hari itu....
Matsujun sedang berjalan di koridor rumah sakit dan secara tak sengaja bertabrakan dengan Aiba di rumah sakit.

“sumimasen... sumimasen...” kata Aiba sambil menunduk takut.

“tidak apa-apa...” kata Matsujun yang kala itu berjas putih dokter. Ia kemudian memungut selembar kertas pemeriksaan yang dijatuhkan oleh Aiba lalu memberikannya pada pemiliknya.

“arigatou...” kata Aiba membungkuk sedikit lalu bermaksud berjalan pergi.

“kau ini, dari Sakura Gakuen ya?” tanya Matsujun.

“hai’~?” jawab Aiba mengiyakan dengan setengah bingung.

“waaahhh.... Kebetulan sekali, apa aku bisa minta waktumu sebentar?” tanya Matsujun sambil berjalan ke kursi terdekat.

“untuk apa ya, Sensei?” tanya Aiba bingung yang kemudian duduk di samping Matsujun.

“di sekolahmu, apa benar, ada guru yang bernama Ninomiya Kazunari?” tanya Matsujun penasaran.

“eh? Ada...! Bagaimana ada bisa tahu, Sensei?” tanya Aiba.

“ahhh~ Bagaimana jika hal ini ku jelaskan di ruanganku?” kata Matsujun yang kemudian disetujui oleh Aiba.


Di ruang kerjanya, Matsujun kemudian menjelaskan panjang lebar mengenai masa lalunya bersama Nino. Ia juga menjelaskan seberapa inginnya ia bisa bertemu lagi dengan Nino dan merebut hatinya.

“begitu? Oh, boleh-boleh saja, saya setuju. Jadi, kita akan pura-pura menjadi teman dekat demi membuat Kazu Sensei cemburu, begitu?” tanya Aiba.

“iya, kira-kira... Seperti itu...” kata Matsujun.

“ok! Setuju~!” jawab Aiba sambil tersenyum.

“eh? Semudah itu kau langsung setuju?” tanya Matsujun.

“fufufufu... Uhm... Kebetulan saya juga punya masalah yang hampir sama dengan anda” kata Aiba sembari menggaruk-garuk kepalanya.

“oh ya, seperti apa?” tanya Matsujun.


Aiba kemudian menceritakan mengenai hubungan persahabatannya dengan Sho yang tergolong tidak wajar. Ia juga menceritakan mengenai kemungkinan Sho menyukainya tetapi ia kesal karena Sho tak pernah menyatakan cinta padanya.

“saya ingin sekali, sebelum kami lulus, orang yang saya cintai dapat menyatakan perasaannya yang sebenarnya pada saya. Apapun perasaannya pada saya, ini akan tetap menyenangkan” kata Aiba tersenyum cerah.


“karena perjanjian itu, makanya akhirnya aku datang ke Sakura Gakuen untuk menjadi dokter magang dan berpura-pura dekat dengan Aiba Masaki” kata Matsujun.

“jadi... Hanya demi mengetahui perasaanku padamu? Dan perasaan Sho pada Aiba. Kalian melakukan hal ini?” tanya Nino, memandang Matsujun tidak percaya.

“iya, dan Aiba mungkin yang paling berkorban karena hal ini. Ia jadi harus menghabiskan waktunya di ruang kesehatan bersamaku daripada tidur siang. Padahal sore sepulang sekolah, ia diam-diam, kerja part time untuk mencari uang demi bisa membeli kado untuk ulang tahun Sho. Tak heran ia jadi sering jatuh sakit dan sekarang adalah puncaknya...” kata Matsujun dengan wajah sedih.

“kasian sekali...” kata Nino merasa iba.

“ini semua terjadi karena si bodoh Sakurai Sho itu, tidak menyadari bahwa Aiba sudah jatuh cinta padanya sejak pertama kali mereka bertemu... Hufff...” kata Matsujun agak kesal.

“jadi... itu cerita sesungguhnya, Sensei...?” tanya seseorang yang ternyata sudah sejak tadi mendengarkan pembicaraan Matsujun dan Nino dari balik tembok di dekat Matsujun duduk.

Date: 2011-08-06 06:15 pm (UTC)
From: [identity profile] pamelaxiah.livejournal.com
hiah..
ternyata itu alasannya toh...
smoga aiba cepet sadar deh...
biar sho bisa minta maaf...
dan jun gak bkalan mukul sho lagi..
kasian dah anak orang babak belur bgt

lanjut ^^

Date: 2011-08-07 04:25 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Waaahh... Kira2 Aiba bakalan sadar lagi gak ya??? (^^;;;)a

Date: 2011-08-06 10:46 pm (UTC)
From: [identity profile] adeyakana.livejournal.com
jadi cerita sebenar'a seperti itu...
Moga Aiba cepet sadar >.<'
Kasian banget dia menderita
Lanjut

Date: 2011-08-07 04:25 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Fufufufu... mari bantu doa buat Aiba... Tehehehe... xD

Date: 2011-08-06 10:59 pm (UTC)
From: [identity profile] faradakiut.livejournal.com
T__T aiba-chan..
sho u idiot.. >.<
get well soon aiba~ T__T

Date: 2011-08-07 04:27 pm (UTC)
From: [identity profile] hideko-ikuta.livejournal.com
Fufufufufufu... *pats* :D

Btw, I have something for you, read my latest entry. Ok~? ^^

Profile

kashikuta: (Default)
kashikuta

December 2011

S M T W T F S
    123
45 678 910
1112 1314151617
18192021222324
25262728293031

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Sep. 24th, 2017 08:41 am
Powered by Dreamwidth Studios